Adsense

Breaking News
recent

Dampak Brexit Terhadap Indonesia

Image Credit: bbc.co.uk
Tanggal 23 Juni 2016 menjadi saat yang menentukan bagi warga Inggris karena pada tanggal 23 kemarin adalah pelaksanaan voting terhadap keputusan BREXIT (Britain Exit). Seperti diketahui, BREXIT merupakan penentuan apakah Inggris akan tetap berada pada Uni Eropa ataukah keluar dari Uni Eropa.

Hari ini, 24 Juni 2016 perhitungan suara telah selesai dilakukan pada pukul 06.00 (waktu Inggris) atau pukul 13.00 WIB. Hasilnya, 17.410.742 (52%) warga Inggris menginginkan untuk keluar dari Uni Eropa dan sebanyak 16.141.241 (48%) warga Inggris ingin tetap berada di Uni Eropa. Dengan hasil ini, secara resmi Inggris akan keluar dari Uni Eropa.


Hasil ini membuat Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengundurkan diri sesaat setelah hasil final voting diumumkan. Tentunya, hal ini membuat kondisi politik di Inggris menjadi lebih bergejolak.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa tentu akan membawa dampak positif dan negatif bagi Inggris sendiri. Dampak positifnya salah satunya yaitu Inggris tidak harus mengikuti kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Uni Eropa. Dampak negatifnya salah satunya adalah akan terdepresiasinya mata uang Poundsterling. Seperti kita ketahui bahwa hari ini saja Poundsterling turun tajam sebesar 8.04% terhadap US Dollar.

Lantas, apakah dampaknya bagi Indonesia?

Menurut beberapa analis dan ekonom, sebetulnya Brexit tidak akan terlalu berpengaruh terhadap Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia tidak akan terpengaruh langsung dari keluarnya Inggris dari UE karena Indonesia baik pemerintah maupun emiten lebih banyak meminjam modal  dalam US Dollar dan Yen. Justru, efeknya terasa sangat besar bagi Inggris dan internal Uni Eropa sendiri.

Aktivitas Perdagangan Indonesia-Inggris
Sektor perdagangan Indonesia-Inggris tidak akan terpengaruh secara langsung karena perdagangan antara kedua negara juga tidak terlalu besar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mantan Menteri perdagangan Indonesia, Mari Elka Pangestu "Perdagangan dengan Inggris tidak terlalu banyak" ujjarnya seperti dikutip dari situs Rappler.

Pasar Saham dan Nilai Tukar
Kondisi pasar saham Indonesia saat perhitungan suara Brexit ini cukup terpengaruh, dibuktikan dengan IHSG yang sempat turun 2% lebih. Menurut penulis, hal tersebut terjadi karena kepanikan sesaat saja, Brexit hanya menjadi sentimen negatif untuk sementara dan IHSG mengikuti indeks Global. Buktinya, pada sesi kedua perdagangan IHSG mengalami rebound dan pada penutupan hari Jumat, 24 Juni 2016 IHSG hanya ditutup menurun 0,81% yaitu pada level 4.834,57. Pada perdagangan hari ini justru asing mencatatkan pembelian sebesar 587.8 Milliar. Ini menjadi bukti bahwa Brexit tidak berpengaruh besar bagi pasar saham Indonesia.

Efek negatifnya justru lebih mengarah pada nilai tukar rupiah terhadap US Dollar. Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa membuat Poundsterling melemah terhadap US Dollar dan Euro. Ketika US Dollar menguat, secara tidak langsung akan membuat Rupiah melemah terhadap US DOllar. Selain itu investor membeli investasi yang bersifat safe heaven yaitu emas. Harga emas tentu akan meningkat sejalan dengan tindakan investor ini.

Hubungan Bilateral
Keluarnya Inggris dari Uni Eropa diyakini tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara kedua negara. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menlu Retno Marsudi "Indonesia meyakini hasil referendum tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Inggris dan menjadi kepentingan bersama untuk terus menjalin kerja sama di berbagai bidang strategis" Kata Retno seperti dikutip detik.com (24/6/2016).

Terlepas dari semua itu, tentunya Indonesia akan tetap meyakini bahwa hasil referendum Inggris tidak membawa dampak negatif yang sangat besar. Kondisi yang terjadi hanya bersifat sementara karena kondisi ini hanya mencermikan kepanikan sesaat saja. Setelah beberapa hari, kondisi finansial pun diyakini akan kembali normal.

Via: Berbagai sumber online

No comments:

Powered by Blogger.