Adsense

Breaking News
recent

Ini Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo dari Riau dan Jambi

Beberapa saat lalu saya menerima "Broadcast Message" dari teman saya yang  ada di Jambi. Broadcast tersebut isinya tentang surat terbuka untuk Bapak yang berjudul "Surat Riau dan Jambi Untuk Indonesia". Setelah saya baca pesan tersebut, cukup tersentuh juga dengan isinya, surat tersebut mewakili suara-suara masyarakat Riau dan Jambi yang sekarang sedang terkena dampak kabut asap akibat pembakaran lahan. Kondisi seperti itu tentunya bukan kali ini saja terjadi, suddah sejak dulu orang sana selalu mengalami dampak tersebut. Pada pertengahan surat, disampaikan bahwa dampak yang telah dirasakan sangatlah besar dan sangat membahayakan. Disebutkan bahwa hampir 6 juta masyarakat Riau dan Jambi terkena penyakit pernapasan, wah banyak sekali yah Pak. Di surat tersebut juga disuarakan bahwa pemerintah katanya
kurang peduli dan kurang memperhatikan hali tersebut, pemerintah khususnya di pusat malah mengurusi masalah internal istana saja. Nah Pak, kasus ini sebenarnya lebih "urgent" dari pembangunan proyek kereta cepat yang Bapak canangkan, yang sebelumnya sudah saya  ulas di artikel sebelumnya. Mungkin, saat ini Bapak harus lebih memperhatikan pemerataan pembangunan, ekonomi serta memperhatikan kondisi-kondisi di daerah lain. Berikut inin adalah isi dari surat tersebut


SURAT RIAU dan JAMBI UNTUK INDONESIA

dear Yth. Presiden RI Bapak Joko Widodo

Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Allah, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara terhadap daerah. Bapak mau ke sini sekarang? Bandara ditutup Pak, lagipun tak ada anak sekolah yang menyambut Bapak, sekolah diliburkan.

Mau menempuh jalan darat? bahaya Pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan Bapak dan Ibu Iriana. Biarkan saja seperti ini agar Riau menjadi lahan sawit dan bisa ditanam tanaman industri, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah.

Bagi saudara/i kami di daerh lain, kami sangat berterima kasih atas do'a yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap Riau dan Jambi kaliann jadi terganggu. Udara di Jambi juga berstatus bahaya. Berita dari berbagai media katanya Pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yang bersih yang bisa dihirup. Innalillah - Pray for Riau dan Jambi..

Pemerintah pusat sudah tidak perduli pada kami. Hari ini puncaknya 6 juta rakyat Riau terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih pedulil pada kekisruann internal di tubuh istana dari pada nasib 6 juta rakyat Riau.

Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara. Tolong sebarkan karena media TV dan koran tidak banyak memberitakan, terlalu sibuk dengan pemberitaan kepentingan pribadi dan kelompok semata di dalam istana. Belum lagi usai bencana asap kami sudah dihadapkan lagi pada menurunnya hasil pertanian karet dan sawit yang ditambah harga penjualannya yang menurun drastis sampai titik terparah. Semog apemerintah pusat dan daerah bisa melihat sedikit bencana yang kami hadapi dan memberikan solusi jalan keluarnya. Hanya do'a yang bisa kami harapkan, sebelum rakyat Riau mati pelan-pelan & lari di sini. SEKALI LAGI PRAY FOR RIAU AND JAMBI!!

sumber: broadcast message Blackberry Messanger


No comments:

Powered by Blogger.