Adsense

Breaking News
recent

Aku Orang Paling Beruntung di Dunia


Pernahkah kita berkata pada diri sendiri bahwa “Betapa tidak beruntungnya diri saya” atau “Beruntung sekali orang itu”. Mungkin pernah terbesit dalam pikiran kita mengenai hal tersebut dan berpikir bahwa hidup kita ini tidak beruntung seperti kehidupaan orang lain, sampai akhirnya muncul peribahasa “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”. Bahkan mungkin saja kita berpikir untuk menukar posisi kita dengan orang yang menurut anda lebih beruntung. Sampai anda berdo’a “Tuhan, aku rela melakukan apa saja asalkan aku dapat bertukar posisi dengan orang tersebut” Apakah anda pernah berpikir seperti itu ?

Pertanyaannya, benarkah demikian ?
Mungkin kita pernah berpikir bahwa “Beruntung sekali Yusuf (anggaplah namanya Yusuf), ia memiliki wajah yang tampan, hartanya banyak dan fasilitas apapun tersedia. Seandainya saja aku menjadi dia, mungkin aku akan menjadi orang yang paling beruntung di dunia”

Namun apakah Yusuf memiliki perasaan yang sama seperti kita ?
Bisa jadi orang itu memiliki perasaan yang sama terhadap kita “Beruntung sekali Ridwan (anggaplah naa kita Ridwan), meskipun hidupnya pas-pasan tapi dia memiliki istri yang sholehah, punya anak-anak yang lucu dan taat pada orang tuanya dan memiliki keluarga yang harmonis. Sedangkan saya punya banyak harta, namun keluarga saya kurang harmonis. Sungguh beruntung Ridwan itu”

Ternyata apa yang kita pikirkan terhadap orang lain yang menurut kita lebih beruntung, bisa jadi orang tersebut juga berpikiran bahwa kitalah yang lebih beruntung.

Bisa jadi selama ini kita kurang bersyukur atas nikmat yang selama ini Tuhan berikan kepada diri kita. Bahkan kita sering tida berlaku adil terhadap diri sendiri, kenapa? Itu karena kita sering membandingkan kelemahan diri kita dengan kelebihan orang lain. Lalu apa yang terjadi jika kita selalu membandingkan kelemahan kita dengan orang lain? Mungkin itulah sebabnya kita menjadi tidak bersyurkur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu merasa kurang dan berpikir bahwa kita hanyalah menjadi orang yang paling sial saja.

Lalu harus bagaimana sikap kita?
Tentunya Tuhan adalah pencipta yang Maha adil. Tuhan telah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada orang yang diciptakan dengan diberi kelemahan saja ataupun sebaliknya.

Ternyata yang sesungguhnya terjadi adalah kita yang bersikap tidak adil terhadap diri kita sendiri, bukan Tuhan yang tidak adil. Seharusnya kita membandingkan kelebihan kita dengan kelebihan orang lain, begiitupun kita membandingkan kelemahan kita dengan kelemahan orang lain. Maka dengan kita bersikap demikian, kita akan menjadi pribadi yang selalu bersyukur.

Hidup itu adalah pilihan, apakah anda memilih menjadi pribadi yang bersyukur ataukah tidak. Namun yang pasti Tuhan telah bersikap adil dan memberikan karunia-Nya kepada kita, sehingga sudah sepatutnyalah kita menjadi pribadi yang bersyukur apabila kita menyadari hal tersebut. Betapa nikmat dan indahnya hidup ini jika kita selalu bersyukur erhadap apa yang telah Tuhna berikan. Karena dengan kita bersyukur, hidup ini akan selalu merasa berkecukupan .

Sahabat, marilah kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan kita teriakkan pada dunia “Terima kasih Ya Allah, Karena aku adalah orang yang paling beruntung di dunia”

Editor: Yandri Ferdiansyah

No comments:

Powered by Blogger.